4 Mitos Keperawanan & Keperjakaan yang Masih Banyak Dipercaya Masyarakat, Padahal Tidak Benar

297

(foto: pixabay)

 

KEPERAWANAN dan keperjakaan seseorang seolah jadi barang mahal di tengah era millennial seperti ini. Alhasil banyak mitos dan anggapan yang beredar di masyarakat seputar dugaan wanita atau pria yang sudah tidak perawan atau perjaka alias pernah melakukan hubungan intim.

Sayangnya beberapa mitos ini justru hanya sebatas mitos, alias tidak bisa dibuktikan keabsahannya, termasuk dari sisi medis. Apa saja mitos seputar keperawanan dan keperjakaan yang banyak dipercaya oleh masyarakat?

Cara jalan yang mengangkang

Sebagian besar orang menganggap wanita yang berjalan dengan kaki mengangkang artinya sudah tidak perawan. Memang hal ini terdengar konyol tapi anehnya banyak yang mempercayainya. Tapi ini hanyalah mitos semata pasalnya cara berjalan bukan dipengaruhi oleh keperawanan seorang wanita. Cara berjalan justru lebih erat kaitannya dengan ciri fisik tiap wanita misalnya seberapa besar tulang pinggul, lingkar paha dan bentuk kaki wanita tersebut.

Tidak mengalami pendarahan

Secara normal memang wanita akan mengalami pendarahan saat melakukah hubungan badan dengan pasangannya untuk pertama kali. Namun ada beberapa fakta jelas membuktikan ini hanyalah mitos semata. Ada beberapa kondisi dimana wanita tidak mengalami pendarahan setelah berhubungan seks untuk pertama kalinya.

Warna Mr P berubah

Mitos yang berkembang adalah ketika pria sudah tidak lagi perjaka maka Mr P atau alat kelaminnya memiliki warna yang berbeda dengan pria perjaka. Warna Mr P pria yang tidak perjaka cenderung lebih gelap dibandingkan warna Mr P pria perjaka yang kemerahan. Tentu ini hanyalah mitos belaka, menurut penelitian, warna Mr P tidak memengaruhi status keperjakaan pria.

Stamina yang kuat

Mitos lain yang juga sering ditemui pada pria seputar keperjakaan adalah kuatnya stamina saat berhubungan badan. Pria yang sudah tidak perjaka diklaim memiliki stamina yang lebih kuat karena sering berhubungan intim sehingga mampu mengatur ritme permainan. Jelas ini tidak ada kaitannya, stamina seorang pria ditentukan dari bagaimana dirinya menjaga pola kebugaran misalnya pria yang rajin olahraga tentu punya stamina yang berbeda dengan pria yang hobinya hanya makan dan tidur saja.

 

source: lifestyle.okezone.com

   FACEBOOK    TWITTER
Berita Terkait
pilihan editor
berita terpanas