Penyebab dan Cara Menghilangkan Komedo, Ini Bedanya dengan Jerawat

984

(foto: google)


MEMILIKI wajah bersih dan jauh dari komedo menjadi impian setiap orang. Hanya saja, tidak banyak orang yang tahu cara menghilangkannya. Simak penjelasan berikut ini.

Apakah wajah Anda penuh dengan komedo? Biasanya, komedo muncul di bagian hidung. Tak heran, banyak produk penghilang komedo khusus untuk menghilangkan komedo di hidung.

Namun, ternyata komedo bisa muncul di bagian manapun di wajah, tak cuma di hidung. Sebenarnya apa sih komedo itu? Apa penyebab komedo?

1. Sebenarnya komedo muncul dari mana, sih?

Komedo biasa muncul di wajah dengan ciri-ciri bintik kecil berwarna gelap. Mungkin terlihat seperti jerawat, tapi komedo lebih ringan dan berwarna gelap. Warna gelap ini terbentuk dari pigmen melanin (yang dihasilkan sel-sel kulit) yang sudah kena paparan udara atau sinar matahari sehingga mengalami proses oksidasi.

Komedo paling sering muncul di hidung, dagu, sekitar bibir, dan sekitar telinga. Selain di wajah, komedo juga bisa muncul di punggung, leher, lengan, bahu, bahkan dada. Hal ini karena ada banyak folikel rambut di daerah tersebut. Rambut tumbuh dari folikel rambut yang terletak di pori-pori. Nah, ada kelenjar khusus yang menghasilkan sebum atau minyak alami kulit di bawahnya.

Ketika pori-pori ini tersumbat oleh sebum dan sel-sel kulit mati, sel kulit mati yang berada di pori-pori tersebut dapat bereaksi dengan oksigen dan berubah warna menjadi hitam. Namun, bila kulit di sekitar pori-pori yang tersumbat ini menutup, sel kulit mati tidak bereaksi dengan oksigen dan akan berwarna putih. Keduanya sama-sama disebut komedo.

2. Apa yang menjadi penyebab komedo?

Penyebab komedo umumnya adalah kotoran yang terjebak di pori-pori kulit. Hal ini mungkin terjadi bila Anda termasuk orang yang jarang membersihkan muka, terutama setelah Anda menggunakan makeup.

Sebenarnya ada dua faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya komedo pada wajah, yaitu usia dan perubahan hormon. Komedo sering muncul saat pubertas, di mana peningkatan hormon pada saat ini dapat memicu produksi minyak di bawah kulit.

Produksi hormon androgen yang meningkat saat pubertas (baik pada laki-laki maupun pada perempuan) memicu produksi minyak atau sebum dan sel kulit mati lebih banyak. Namun, perubahan hormon rupanya tak hanya terjadi saat pubertas saja, tapi juga saat menstruasi, kehamilan, dan saat menggunakan pil KB.

Beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan timbulnya komedo adalah:
• Penggunaan kosmetik yang dapat menutupi pori-pori kulit
• Banyak mengeluarkan keringat
• Bercukur, yang dapat membuat folikel rambut terbuka
• Stres atau kondisi lain yang berhubungan dengan perubahan hormon, seperti sindrom pramenstruasi (PMS) dan PCOS
• Penggunaan obat steroid, seperti kortikosteroid

3. Apa bedanya komedo dengan jerawat?

Kadang, Anda mungkin tidak bisa membedakan antara komedo dengan jerawat. Padahal, keduanya adalah hal berbeda dan butuh penanganan yang berbeda pula.

Jerawat biasanya berwarna putih karena nanah atau merah saat meradang, sedangkan komedo dapat berwarna hitam atau putih. Warna merah pada jerawat ini bisa muncul karena terjadi peradangan pada kulit. Sementara komedo bukan terjadi karena peradangan, melainkan karena proses oksidasi.

Dilihat dari ukuran, biasanya komedo berbentuk lebih kecil, bahkan kadang mungkin Anda tidak menyadari bahwa Anda memiliki komedo. Sementara itu, jerawat bisa mempunyai ukuran yang cukup besar.

4. Bagaimana cara menghilangkannya?

Membersihkan wajah dengan rajin bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah timbulnya komedo. Anda sebenarnya bisa mengangkat komedo dengan cara memencet kulit di sekitar komedo agar keluar. Akan tetapi, ini dapat memperparah kondisi, misalnya malah menimbulkan peradangan yang sebelumnya tidak ada. Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah melakukan facial atau menggunakan strip pori.

Jika komedo masih membandel, Anda mungkin perlu untuk memeriksakannya ke dokter kulit. Dokter kulit bisa merekomendasikan obat yang untuk membantu membersihkan komedo sesuai jenis kulit Anda.

5. Bagaimana jika komedo dibiarkan?

Komedo yang dibiarkan bisa berkembang menjadi jerawat yang parah. Penyumbatan di pori-pori kulit membuat minyak terus menumpuk di bawah kulit. Ditambah lagi, wajah yang kotor, berminyak, dan kebiasaan memegang wajah membuat kuman mudah menempel di kulit.

Hal ini kemudian membuat pori-pori kulit yang tersumbat menjadi iritasi dan membesar. Lama-kelamaan, pori-pori kulit tersebut akan pecah, sel darah putih masuk, dan pori-pori menjadi merah dan bengkak. Akhirnya, terbentuklah jerawat. Demikian ditulis situs Hellosehat.

 

source: lifestyle.okezone.com

   FACEBOOK    TWITTER


Berita Terkait
pilihan editor
berita terpanas