3 Kesalahan di Kulit Wajah yang Banyak Dilakukan
25 May 2018, 02:16 WIB
1033

(foto: google)

 

Jika Anda melihat satu jerawat di bagian wajah, sudah menjadi hal yang wajar untuk memecahnya karena rasanya gemas. Namun menurut beberapa ahli dermatologi menyarankan beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan. Beberapa diantara mungkin pernah Anda lakukan.

1. Hindari memencet, menusuk, dan memecah jerawat

Jerawat di wajah Anda bisa jadi sedikit masalah, dan Anda tergoda untuk menghilangkannya secara cepat. "Memencetnya bukanlah ide yang bagus," ucap Boca Raton ahli dermatolog Jeffrey Fromowitz, MD.

Setiap kali ada gangguan (seperti memecah, menusuk, atau memencet) di kulit Anda dapat meningkatan kemungkinan infeksi, meningkatkan peradangan, bahkan meninggalkan bekas luka atau meninggalkan luka parut," ucap Raton.

Ia memberi pesan jika Anda memang ingin cepat menghilangkan jerawat yang membandel tersebut, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

2. Aplikasikan sunscreen

Menurut Jeremy Brauer, MD, Klinikal Asisten Profesor dari Ronald O. Perelman, Department of Dermatology mengatakan bahwa kebiasaan mengaplikasikan sunscreen sebaiknya tidak hanya saat Anda ke pantai saja, namun aplikasikan setiap kali Anda akan keluar rumah. 

"Memaparkan kulit Anda dengan matahari tanpa perlindungan sunscreen bisa meningkatkan risiko dari kanker kulit dan kerusakan kolagen di kulit Anda. Dan ini menyebabkan garis halus dan keriput juga menimbulkan noda matahari," ucap Dr. Brauer.

"Selain itu, gunakan pakaian yang tertutup atau bawa payung jika memang harus keluar di tengah hari yang terik," pesannya.

3. Memakai sabun pencuci muka yang banyak

Mungkin dalam benak Anda memakai sabun muka semakin banyak semakin baik. Namun pada kenyataannya menurut Dr. Brauer kulit Anda adalah perlindungan tubuh terbesar Anda, dan merupakan penghalang dari luar tubuh Anda.

"Ketika Anda memakai sabun terlalu banyak dan menghilangkan komponen alami dari tubuh Anda secara agresif dengan menggosoknya, Anda meningkatkan risiko infeksi dan penyakit kulit," tutup Dr. Brauer.

 

source: rona.metrotvnews.com

   FACEBOOK    TWITTER
Berita Terkait
pilihan editor
berita terpanas